Memulai Bisnis Sukses dengan Metode Breakdown Break the Limit (BBL)

Memulai Bisnis Sukses dengan Metode Breakdown Break the Limit (BBL)
11 Juli 2019 No Comments Tips Bisnis Admin Kangdagang

Ingin memulai bisnis? Apakah perlu modal? Jika perlu, berapa modal yang Anda butuhkan?

Sering kali ketika kita ingin memulai dalam sebuah bisnis terpaku dengan jumlah modal yang besar, dan pada akhirnya kita hanya diam, tidak jadi buka bisnisnya. Ingat, bisnis yang baik adalah bisnis yang di buka. Benar kata slogan Tokopedia, raksasa marketplace di Indonesia ini, “Mulai aja dulu” adalah kunci dari sebuah bisnis yang baik. Bagaimana Anda bisa sukses, bisa tahu bisnis Anda adalah sebuah pemikiran yang brilliant jika tidak di buka terlebih dahulu?

Tidak ada bisnis yang gagal, yang ada hanya kita yang salah menjalankannya. Tidak ada produk yang tidak laku, hanya saja kita yang salah menempatkan target pasarnya. Begitu pula perihal modal, tidak ada modal yang terlalu besar jika kita benar membuat perencanaannya. Ya, berikut beberapa Tips dari Akang untuk kalian yang ingin memulai bisnis dari nol.

  1. Tentukan Goal (Tujuan)

Seseorang tidak akan pernah sampai kemanapun, jika ia tidak punya tujuan. Maka dalam bisnis, tujuan juga menjadi hal yang sangat penting. Ingat, buat tujuan yang benar-benar realistis dan benar-benar menjadi impian kamu selama ini. 10 juta per-bulan? 100 juta per bulan? Silahkan.

Itu mengenai angka, bagaimana dengan bisnisnya? Apa tujuan Anda membangun sebuah bisnis? Menjadi pemilik bisnis telur ayam sukses se-Indonesia? Menjadi sosial-preneur yang sangat dermawan? Silahkan, no one can stop you with your dreams

2. Tentukan Rincian Modal, dan lakukan metode BBL

Setelah menentukan goal, terutama di ranah angka, coba breakdown terlebih dahulu. Jika Anda memerlukan modal senilai 10juta, untuk biaya apa saja 10juta itu? Banyak kasus orang ingin memulai usaha, bilang secara gamblang perlu modal sebesar gaban, tapi ketika ditanya untuk apa saja modal sebesar itu? Termenung dan jadi patung! sekalinya ngomong au.. au.. untuk anu…. doorrr! Coba buat rincian serinci mungkin! perhitungkan segala sesuatu dan kemungkinan yang akan terjadi dilapangan.

Setelah semuanya terinci, tidak ada modal yang sia-sia atau malah mengendap dikantong, pokoknya semua modal terpakai dan teralokasikan dengan baik, Anda siap untuk langkah selanjutnya. Ingat! pebisnis itu harus disiplin! terutama terhadap diri dan bisnisnya sendiri, kalau masalah modal saja kamu tidak komitmen, mending gak usah jadi pengusaha aja deh.

Langkah selanjutnya adalah penyederhanaan. Ya, sederhana adalah kunci orang kayak. Orang boros gak mungkin bisa kaya, pasti duitnya selalu habis. Termasuk modal. Kalau dari modal 10jt kamu bisa sederhanakan menjadi 10rb, kenapa enggak? Emang bisa? Ya bisa!

Begini contoh sederhananya. Jika kamu perlu modal 10jt untuk membuka usaha sebagai distributor telur ayam negeri misalnya. Kamu rinci dengan modal pembelian berapa kwintal, biaya kurir, biaya transportasi, biaya manajer keuangan, biaya lain-lain, ah kebanyakan! Coba sederhanakan!

Kamu punya modal 10rb, beli ke peternak misalnya dapat setengah kilo, lalu kamu jual ke warung-warung terdekat sampai habis dengan harga 20rb setengah kilo. Margin berapa? 10rb, dengan ini, kamu bisa lipat gandakan bisnis kamu menjadi 2x lipat. Terus lakukan hingga semuanya besar. Sendiri? Sendiri aja dulu! baru mulai gak usah banyak gaya rekrut pegawai A-Z. Jadi pengusaha gak boleh manja.

3. Action!

Nah setelah mendengar ulasan nomor 1 dan 2, yang perlu kamu lakukan adalah menutup tulisan ini dan lakukan aksi terbaikmu! Jangan kebanyakan materi ikut seminar sana-sini, baca buku segudang itu bagus, tapi kalau ga diiringi dengan usaha, ya nol. Katanya ingin jadi pengusaha, tapi gada usahanya. Kerjaannya jalan-jalan ikut seminar atau baca materi di internet doang. Yuk Action!

Please follow and like us:
About The Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *